oleh: Dwi Apriyanto (1401085006)
Masa modern menjadi
identitas di dalam filsafat Modern. Pada masa ini rasionalisme semakin
dipikirkan Tidak gampang untuk menentukan mulai dari kapan Abad Pertengahan
berhenti. Namun, dapat dikatakan bahwa Abad Pertengahan itu berakhir pada abad
15 dan 16 atau pada akhir masa Renaissance. Masa setelah Abad Pertengahan
adalah masa Modern. Sekalipun, memang tidak jelas kapan berakhirnya Abad
Pertengahan itu. Akan tetapi, ada hal-hal yang jelas menandai masa Modern ini,
yaitu berkembang pesat berbagai kehidupan manusia Barat, khususnya dalam bidang
kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan ekonomi.
Ada tiga sumber pokok
yang menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa dengan pesat, yaitu
hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung Liberia dengan negara Perancis,
terjadinya Perang Salib dari tahun 1100-1300, dan jatuhnya Istambul ke tangan
Turki pada tahun 1453. Ilmuwan pada zaman ini membuat penemuan dalam bidang
ilmiah. Eropa yang merupakan basis perkembangan ilmu melahirkan ilmuwan yang
populer.
Dari sudut pandang
sosio-ekonomi menjelaskan bahwa individu berhadapan dengan tuntutan-tuntutan
baru dan praktis yang harus dijawab berdasarkan kemampuan akal budi yang mereka
miliki. Zaman modern sangat dinanti-nantikan oleh banyak pemikir manakala
mereka mengingat zaman kuno ketika peradaban begitu bebas, pemikiran tidak
dikekang oleh tekanan-tekanan di luar dirinya. Kondisi semacam itulah yang
hendak dihidupkan kembali pada zaman modern. Kebebasan berpikir sebagai periode
yang dilawankan dengan periode abad pertengahan.
A. Hubungan
kerajaan islam di semenanjung liberia
Spanyol diduduki umat islam pada
zaman khalifah Al-walid(705-715), salah seorang khalifah dari bani umayah yang
berpusat di damaskus. Setelah meemnangkan berbagai pertempuran yang di awali
dari afrika dan meluas ke spanyol, mengalahkan raja Foderick di bakkah dan
menaklukan kota-kota penting seperti cordova, granada dan lain sebagainya
sehingga menguasai seluruh kota penting di spanyol.[1]
A Perkembangan
intelektual
Dalam
masa lebih dari tujuh abad kekuasaan Islam di Spanyol, umat Islam telah
mencapai kejayaannya disana. Banyak sekali kontribusi bagi pembangunan budaya
barat, kebangkitan intelektual dan kebangunan kultural barat terjadi setelah
sarjanah-sarjanah eropa mempelajari, mendalami dan menimba begitu banyak
ilmu-ilmu islam dengan cara menerjemahkan buku-buku ilmu pengetahuan islam
kedalam bahasa eropa. Mereka dengan tekun mempelajari bahasa arab untuk dapat
menerjemahkan buku-buku ilmu pengetahuan islam.
Dalam
sejarah andalusia, kota toledo pernah menjadi pusat penerjemahan, Islam di
spanyol telah mencatat satu lembar budaya yang sangat brillian dalam bentangan
sejarah Islam, Sains, ekonomi, dan Teknologi.[2]
B Setelah
terjadinya Perang Salib
Menurut
Anne-Marie Edd, dari Universitas de Reims, Perang Salib
dari sudut pandang Barat telah menghasilkan karya-karya yang begitu kaya dan
melimpah dalam waktu lebih dari satu abad. Sepertinya, studi dan riset tinjauan
sejarah Perang Salib jauh lebih banyak dilakukan oleh kaum Barat. Di sisi lain,
sangat sedikit studi yang mencermati respons kaum Muslim terhadap Perang Salib,
sehingga tidak heran jika Perang Salib lebih banyak dihadirkan secara
Eropasentris.
Sudah
lama diyakini bahwa Perang Salib membawa pencerahan besar kepada kaum Eropa
Barat yang dulu bisa dikatakan sangat tertinggal ketika ilmu pengetahuan dan
kebudayaan maju pesat di negara-negara Timur Tengah, bahkan meluas hingga ke
Barat di Andalusia dan ke Timur di daratan India.
Setelah
perang salib terjadilah revolusi gereja dimana pada waktu itu para ilmuan eropa
tidak bisa secara bebas menuangkan pemikirannya didalam buku karna adanya
tekanan yang serius oleh gereja, kebanyakan ilmuan di kekang pemikiranyan dan
tidak banyak pula yang dibunuh, karna gereja khawatir mengganggu ketenangannya.
Setelah sekian lama akhirnya muncul abad pencerahan atau Renaissance sebuah
gerakan budaya yang sangat mempengaruhi kehidupan intelektual Eropa pada
periode modern awal. Mulai di Italia, dan menyebar ke seluruh Eropa pada abad ke-16,
pengaruhnya dirasakan dalam sastra, filsafat, seni, musik, politik, ilmu
pengetahuan, agama, dan aspek lain dari penyelidikan intelektual. Sarjana
Renaissance menggunakan metode humanis dalam penelitian, dan mencari realisme
dan emosi manusia dalam seni.
Dalam
bidang filsafat, zaman Reanissanse kurang menghasilkan karya penting bila
dibandingkan dengan bidang seni dan sains. Namun diantara perkembangan itu,
terjadi pula perkembangan dalam bidang filsafat. Filsafat
berkembang bukan pada zaman Renaissance, akan tetapi filsafat berkembang pada
zaman modern. Pada zaman modern, filsafat didahului oleh zaman Renaissance.
Sebenarnya, secara esensial zaman Renaissance dalam filsafat tidak berbeda
dengan zaman modern karena cirri-ciri filsafat Renaissance ada pada filsafat
modern.
Tokoh
pertama filsafat modern ialah Descartes. Beliau mengungkapkan bahwasannya dalam
filsafat modern, kita akan menemukan ciri-ciri Renaissance tersebut, yaitu
menghidupkan kembali rasionalisme Yunani (Renaissance), individualisme, humanisme
dan lepas dari aturan-aturan agama. Sekalipun demikian, para ahli lebih senang
menyebut Descartes sebagai tokoh rasionalisme.
Manusia pada zaman ini
adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas. Manusia ingin mencapai
kemajuan atas hasil usaha sendiri, tidak didasarkan atas campur tangan ilahi.
Penemuan ilmu pengetahuan modern sudah mulai dirintis pada zaman Renaissance.
No comments:
Post a Comment