Monday, June 20, 2016

DASAR BERKEMBANGNYA ILMU MODERN DI EROPA

oleh: Dwi Apriyanto (1401085006)

Masa modern menjadi identitas di dalam filsafat Modern. Pada masa ini rasionalisme semakin dipikirkan Tidak gampang untuk menentukan mulai dari kapan Abad Pertengahan berhenti. Namun, dapat dikatakan bahwa Abad Pertengahan itu berakhir pada abad 15 dan 16 atau pada akhir masa Renaissance. Masa setelah Abad Pertengahan adalah masa Modern. Sekalipun, memang tidak jelas kapan berakhirnya Abad Pertengahan itu. Akan tetapi, ada hal-hal yang jelas menandai masa Modern ini, yaitu berkembang pesat berbagai kehidupan manusia Barat, khususnya dalam bidang kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan ekonomi.
Ada tiga sumber pokok yang menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa dengan pesat, yaitu hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung Liberia dengan negara Perancis, terjadinya Perang Salib dari tahun 1100-1300, dan jatuhnya Istambul ke tangan Turki pada tahun 1453. Ilmuwan pada zaman ini membuat penemuan dalam bidang ilmiah. Eropa yang merupakan basis perkembangan ilmu melahirkan ilmuwan yang populer.
Dari sudut pandang sosio-ekonomi menjelaskan bahwa individu berhadapan dengan tuntutan-tuntutan baru dan praktis yang harus dijawab berdasarkan kemampuan akal budi yang mereka miliki. Zaman modern sangat dinanti-nantikan oleh banyak pemikir manakala mereka mengingat zaman kuno ketika peradaban begitu bebas, pemikiran tidak dikekang oleh tekanan-tekanan di luar dirinya. Kondisi semacam itulah yang hendak dihidupkan kembali pada zaman modern. Kebebasan berpikir sebagai periode yang dilawankan dengan periode abad pertengahan.
A.    Hubungan kerajaan islam di semenanjung liberia
Spanyol diduduki umat islam pada zaman khalifah Al-walid(705-715), salah seorang khalifah dari bani umayah yang berpusat di damaskus. Setelah meemnangkan berbagai pertempuran yang di awali dari afrika dan meluas ke spanyol, mengalahkan raja Foderick di bakkah dan menaklukan kota-kota penting seperti cordova, granada dan lain sebagainya sehingga menguasai seluruh kota penting di spanyol.[1]
A      Perkembangan intelektual
Dalam masa lebih dari tujuh abad kekuasaan Islam di Spanyol, umat Islam telah mencapai kejayaannya disana. Banyak sekali kontribusi bagi pembangunan budaya barat, kebangkitan intelektual dan kebangunan kultural barat terjadi setelah sarjanah-sarjanah eropa mempelajari, mendalami dan menimba begitu banyak ilmu-ilmu islam dengan cara menerjemahkan buku-buku ilmu pengetahuan islam kedalam bahasa eropa. Mereka dengan tekun mempelajari bahasa arab untuk dapat menerjemahkan buku-buku ilmu pengetahuan islam.
Dalam sejarah andalusia, kota toledo pernah menjadi pusat penerjemahan, Islam di spanyol telah mencatat satu lembar budaya yang sangat brillian dalam bentangan sejarah Islam, Sains, ekonomi, dan Teknologi.[2]
B       Setelah terjadinya Perang Salib
Menurut Anne-Marie Edd, dari Universitas de Reims, Perang Salib dari sudut pandang Barat telah menghasilkan karya-karya yang begitu kaya dan melimpah dalam waktu lebih dari satu abad. Sepertinya, studi dan riset tinjauan sejarah Perang Salib jauh lebih banyak dilakukan oleh kaum Barat. Di sisi lain, sangat sedikit studi yang mencermati respons kaum Muslim terhadap Perang Salib, sehingga tidak heran jika Perang Salib lebih banyak dihadirkan secara Eropasentris.
Sudah lama diyakini bahwa Perang Salib membawa pencerahan besar kepada kaum Eropa Barat yang dulu bisa dikatakan sangat tertinggal ketika ilmu pengetahuan dan kebudayaan maju pesat di negara-negara Timur Tengah, bahkan meluas hingga ke Barat di Andalusia dan ke Timur di daratan India.
Setelah perang salib terjadilah revolusi gereja dimana pada waktu itu para ilmuan eropa tidak bisa secara bebas menuangkan pemikirannya didalam buku karna adanya tekanan yang serius oleh gereja, kebanyakan ilmuan di kekang pemikiranyan dan tidak banyak pula yang dibunuh, karna gereja khawatir mengganggu ketenangannya. Setelah sekian lama akhirnya muncul abad pencerahan atau Renaissance sebuah gerakan budaya yang sangat mempengaruhi kehidupan intelektual Eropa pada periode modern awal. Mulai di Italia, dan menyebar ke seluruh Eropa pada abad ke-16, pengaruhnya dirasakan dalam sastra, filsafat, seni, musik, politik, ilmu pengetahuan, agama, dan aspek lain dari penyelidikan intelektual. Sarjana Renaissance menggunakan metode humanis dalam penelitian, dan mencari realisme dan emosi manusia dalam seni.
Dalam bidang filsafat, zaman Reanissanse kurang menghasilkan karya penting bila dibandingkan dengan bidang seni dan sains. Namun diantara perkembangan itu, terjadi pula perkembangan dalam bidang filsafat. Filsafat berkembang bukan pada zaman Renaissance, akan tetapi filsafat berkembang pada zaman modern. Pada zaman modern, filsafat didahului oleh zaman Renaissance. Sebenarnya, secara esensial zaman Renaissance dalam filsafat tidak berbeda dengan zaman modern karena cirri-ciri filsafat Renaissance ada pada filsafat modern.
Tokoh pertama filsafat modern ialah Descartes. Beliau mengungkapkan bahwasannya dalam filsafat modern, kita akan menemukan ciri-ciri Renaissance tersebut, yaitu menghidupkan kembali rasionalisme Yunani (Renaissance), individualisme, humanisme dan lepas dari aturan-aturan agama. Sekalipun demikian, para ahli lebih senang menyebut Descartes sebagai tokoh rasionalisme.
Manusia pada zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas. Manusia ingin mencapai kemajuan atas hasil usaha sendiri, tidak didasarkan atas campur tangan ilahi. Penemuan ilmu pengetahuan modern sudah mulai dirintis pada zaman Renaissance.


[1] Samsul Munir Amir, sejarah peradaban Islam, (jakarta:AMZAH,2009), hlm.145.

[2] Faisal Ismail, paradigma kebudayaan Islam, (yogyakarta: Titian Ilahi Press,1996) hlm.160.

No comments:

Post a Comment