Nama
: Ridwan Gunawan
NIM
: 1401085016
Tugas
: Artikel Sejarah Eropa
Selama
berlangsungnya Perang Dingin, situasi dan kondisi dunia telah diwarnai oleh
perlombaan senjata nuklir antara dua Negara adikuasa. Pada awalnya, usaha
pembuatan senjata nuklir ini terjadi pada masa akhir Perang Dunia II (1945)
dengan tujuan untuk menciptakan senjata pembunuh yang dapat menghancurkan
secara missal pihak lawan. Pihak Sekutu dan Blok USA (Jerman, Italia, dan
Jepang) berusaha membangun senjata yang dapat mengalahkan musuh secara massal
seperti senjata bom atom.
Pada tahun 1949, Uni Soviet mengadakan uji coba peledakan
bom atomnya yang pertama. Amerika Serikat tidak menduga Uni Soviet akan secepat
itu mengejar ketinggalannya. Oleh karena itu, pada tahun 1950 Presiden Amerika
Serikat, Harry S Truman, memerintahkan pengadaan program darurat bagi
penelitian bom hydrogen. Program ini berhasil dan pengujiannya dilaksanakan
pada November 1952. Namun, Sembilan bulan kemudian Uni Soviet sudah mampu
membuat bom hydrogen sendiri.
Menyadari akan adanya ancaman perang terbuka dengan
menggunakan senjata nuklir, USA, USSR, dan Inggris sepakat untuk menghentikan
uji coba senjata nuklir pada tahun 1963. Kesepakatan itu juga ditandatangani
oleh lebih dari 100 negara. Kesepakatan tersebut diteruskan pada 1968 dengan
ditandatanganinya Non-Proliferation of
Nuclear Weapons atau perjanjian mengenai penghentian persebaran senjata
nuklir.
Namun demikian, Perancis dan RRC melanggar kesepakatan
tersebut dan pada tahun 1968 kedua Negara telah memiliki bom hydrogen. Hal yang
sama juga diikuti oleh India. Negara yang sedang bersaing dengan RRC tersebut
karena masalah perbatasan, sejak 1962 mampu menciptakan peluru kendali (rudal)
yang berkepala nuklir. Ujicoba senjata nuklir pada tahun 1974 telah mengejutkan
Pakistan dan mendorong Negara tersebut untuk melakukan hal yang sama. Jadi,
selain oleh Negara superpower, perlombaan senjata nuklir dilakukan oleh
Negara-negara berkembang, pada masa Perang Dingin. Menurut sebuah laporan resmi
dari pemerintah USA, Negara tersebut telah menyiapkan 36 bom nuklir yang dapat
dijatuhkan pada setiap kota dari 218 kota di USSR dengan jumlah penduduk lebih
dari 100.000 jiwa. Adapun USSR telah menyiapkan rata-rata 11 bom untuk
dijatuhkan di setiap kota USA. Perlombaan tersebut tetap berlanjut walaupun
telah dilakukan Strategic Arms Limitation
Treaty (SALT) yang telah ditandatangani oleh Negara-negara yang bertikai.
Bersamaan dengan perlombaan senjata, USA dan USSR juga
terlibat dalam persaingan untuk memperoleh keunggulan dalam menguasai ruang
angkasa. Untuk itu, berbagai uji coba peluncuran pesawat ruang angkasa terus
dilakukan. Pada mulanya, Uni Soviet meluncurkan pesawat Sputnik 1 tanpa awak
kapal (1957), kemudian diikuti Sputnik 2 yang membawa seekor anjing. Amerika
Serikat mengimbangi dengan meluncurkan Explorer I (1958), kemudian diikuti
Explorer II, Discoverer, dan Vanguard. Uni Soviet mengungguli dengan meluncurkan
Lunik yang berhasil didaratkan ke bulan dan kemudian ditandingi oleh Amerika
Serikat dengan pendaratan manusia di bulan melalui Pesawat Apollo 11.
Astronot pertama yang diluncurkan Uni Soviet ialah Yuri A Gagarin dengan mengendarai
pesawat ruang angkasa Vostok I yang berhasil mengitari bumi selama 1 jam 29
menit pada april 1961. Amerika Serikat kemudian menyusul dengan astronotnya
yang pertama, yaitu Alan Bartlett
Shepard Jr. yang berada di ruang angkasa selama 15 menit (1961). Uni Soviet
menunjukkan lagi kelebihannya dengan meluncurkan Gherman Stepanovich Titov yang mengitari bumi selama 25 jam dengan
pesawat Vostok II. Disusul oleh Amerika Serikat yang meluncurkan John H. Glenn dengan pesawat Friendship
VII yang berhasil mengitari bumi sebanyak tiga kali.
Untuk mengetahui strategi serta rahasia lawan
masing-masing, kedua blok yang bertikai mengembangkan kegiatan spionase atau
mata-mata. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh agen-agen spionase, yaitu antara
Komitet Gosudarstevennoy Bezapasnosti (KGB)
dan Central Intelegence Agency (CIA).
Organisasi KGB adalah dinas intelijen Amerika Serikat. Organisasi KGB dan CIA
juga berperan dalam membantu terciptanya berbagai peristiwa di dunia. Misalnya,
CIA membantu orang-orang Kuba di perantauan untuk melakukan serangan ke Kuba
pada 1961. Kegiatan spionase di seluruh dunia pada akhirnya menjadi ciri dari
persaingan antara Blok Barat dan Blok Timur.
Sumber : Buku SMA
Sejarah Kelas 12
sumberny buku SMA?
ReplyDelete