oleh: Dwi Yuniastuti (1401085007)
Secara umum, Perang
Dingin terjadi akibat dipicu oleh hal-hal sebagai berikut: Perbedaan dan Pertentangan Ideologi. Amerika Serikat adalah negara
yang berideologi liberal kapitalis, sedangkan Uni Soviet adalah negara yang
berideologi sosialis komunis. Sejak awal kelahirannya, paham sosialis komunis
memang tidak sejalan dengan paham liberal kapitalis. Bahkan, kelahiran sosialis
komunis memang dipicu adanya liberal kapitalis yang pada waktu itu bertindak
sewenang-wenang. Akibat perbedaan ideologi, setelah musuh bersama (Jerman)
dapat mereka lenyapkan dalam Perang Dunia II, pertentangan ideologi kembali
terjadi. Akibatnya, kedua kekuatan adidaya tersebut berusaha saling
mengalahkan. Salah satu caranya adalah memengaruhi negara-negara lain untuk
bergabung dalam kelompoknya. Oleh karena itu, dunia ini akhirnya seolah-olah
terbagi menjadi Blok Barat yang berpaham liberal kapitalis dengan Amerika
Serikat sebagai pemimpinnya, dan Blok Timur yang berpaham sosialis komunis
dengan Uni Soviet sebagai pemimpinnya.
Perebutan Dominasi
Kepemimpinan. Amerika Serikat dan Uni Soviet saling berusaha menjadi pemimpin
dunia. Mereka memimpikan dapat berkuasa dan memimpin dunia seperti masa
kejayaan Inggris dan Prancis pada masa imperialis kuno. Namun, kekuasaan yang
biasanya dilakukan pada masa imperialis kuno sekarang sudah tidak mereka
lakukan lagi. Amerika Serikat dan Uni Soviet berusaha menjadi pemimpin dunia
dengan cara baru, misalnya dengan kekuatan ekonominya. Dengan demikian, Amerika
Serikat dan Uni Soviet tampil sebagai imperialis muda. Amerika Serikat dengan
kekuatan ekonominya berusaha memengaruhi negara-negara lain khususnya yang baru
merdeka dengan paket bantuan ekonomi. Pemerintah Amerika Serikat beranggapan
bahwa negara yang rakyatnya hidup makmur dapat menjadi tempat pemasaran hasil
industrinya. Selain itu, rakyat yang hidupnya telah makmur juga akan menjauhkan
dari pengaruh sosialis komunis. Hanya kemiskinan yang menjadi ladang subur bagi
perkembangan sosialis komunis. Sedangkan Uni Soviet yang mempunyai kekuatan
ekonomi, tetapi tidak sebesar Amerika Serikat juga berusaha membentengi
negara-negara yang telah mendapat pengaruhnya. Paket bantuan ekonomi Uni Soviet
juga diberikan guna memperbaiki keadaan ekonomi negara-negara tersebut. Selain
itu, Uni Soviet juga berusaha mendekati rakyat yang sedang melakukan perjuangan
nasionalnya dengan mengirimkan para tenaga ahli dan juga berbagai peralatan
militer.
Bentuk–bentuk
Perang Dingin
Perebutan pengaruh antara
Amerika Serikat dengan Uni Soviet meliputi bidang politik, ekonomi, militer,
dan ruang angkasa.
a.
Bidang
Politik
Pihak AS berusaha menjadikan
negara-negara yang baru merdeka dan negara-negara sedang berkembang menjadi
sebagai negara demokrasi dengan tujuan agar hak-hak asasi manusia dapat
terjamin. Untuk negara yang kalah perang yaitu Jerman dan Jepang dikembangkan
paham demokrasi dan system Hubungan perekonomian kapitalisme. Sedangkan pihak
US mengembangkan paham sosialisme-komunisme dengan pembangunan ekonomi rencana
lima tahun dengan cara diktator, tertutup. Dengan sistem ini US dikenal sebagai
‘negaratirai besi’, sedangkan negara di bawah pengaruhnya di Asia yaitu Cina
mendapat julukan ‘negara tirai bambu’.
b.
Bidang
Ekonomi
AS dan US saling memperebutkan
pengaruhnya dengan menjadi pahlawan ekonomi yaitu menjadi negara kreditur
dengan memberikan bantuan, pinjaman kepada negara-negara berkembang, seperti
Mashall Plan (Eropean Recovery Program) yakni bantuan ekonomi dan militer
kepada negara-negara di kawasan Eropa Barat. Selain itu Presiden Henry S Truman
memberikan bantuan teknis dan ekonomi khusus kepada Turki dan Yunani, yang
dikenal dengan Truman Doctrin.
c.
Bidang
Militer
Perebutan pengaruh antara AS
dengan US dalam bidang militer dalam bentuk pakta pertahanan militer.
Berlangsungnya Perang Dingin menyebabkan Amerika Serikat dan Uni Soviet saling
curiga satu dengan yang lain. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya
perang terbuka, kedua negara adidaya beserta para sekutunya saling memperkuat
pertahanan dan militernya. Amerika Serikat beserta para sekutunya berusaha
membentuk ikatan militer guna menghadapi serangan Uni Soviet. Pada masa Perang
Dunia II berkembang opini dunia bahwa pasukan Uni Soviet lebih unggul jumlah
personel dan persenjataannya. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan pasukan
Uni Soviet dalam menghentikan gerakan pasukan Jerman di wilayah Eropa Timur.
Hal itu berlaku sebaliknya, Amerika Serikat tersendat-sendat menghentikan laju
pasukan Jerman di Eropa Barat meskipun dibantu Inggris.
Di kawasan Atlantik Utara,
Amerika Serikat bersama sekutunya Inggris, Prancis, Belanda, Belgia,
Luksemburg, Norwegia, dan Kanada, setuju untuk membentuk persekutuan militer
bersama. Persekutuan militer itu disebut North Atlantic Treaty Organization
(NATO) yang berdiri tahun 1949. Keanggotaan NATO diperluas lagi dengan masuknya
Italia dan Islandia, Yunani, dan Turki (1952) serta Jerman Barat (1955). Di
dalam NATO terdapat ketentuan bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota
dianggap sebagai serangan terhadap keseluruhan sehingga semua negara anggota
wajib saling memberi bantuan. Amerika Serikat juga berusaha menggelar kekuatan
militernya di kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan. Untuk keperluan itu,
Amerika Serikat bersama Turki, Irak, Iran, dan Pakistan membentuk kerja sama
militer. Nama kerja sama militer itu adalah Middle East Treaty Organization
yang disingkat METO atau dikenal dengan CENTO (Central Treaty Organization)
yang berdiri tahun 1959 yang semula bernama Pakta Bagdad (1955).
Untuk menahan laju perluasan
komunis di Asia Tenggara, Amerika Serikat membentuk kerja sama militer yang
disebut South East Asia Treaty Organization atau SEATO. Pada tahun 1954, kerja
sama militer itu terdiri atas negara Amerika Semangat Produktivitas Serikat,
Inggris, Prancis, Australia, Thailand, Filipina, dan Selandia Baru. Sementara
itu, laju komunis di Pasifik Selatan coba dihambat Amerika Serikat dengan
membentuk kerja sama militer pula. Kerja sama pertahanan di Pasifik Selatan
disebut ANZUS (Australia, New Zeland, and United States) dengan anggota AS,
Australia dan New Zeland yang didirikan atas dasar Tripatite Security Treaty
pada tanggal 1 September 1951. Sedangkan Uni Soviet berusaha mengimbangi
kekuatan militer Blok Barat dengan membentuk kerja sama militer pula. Pada 14
Mei 1955 Uni Soviet bersama Mongolia, Polandia, Cekoslowakia, Bulgaria,
Rumania, dan Jerman Timur membentuk Pact of Mutual Assistance and Unifield
Command atau dikenal dengan sebutan Pakta Warsawa.
d.
Bidang
Ruang angkasa
Perebutan
pengaruh antara AS dengan US juga melanda pada kecanggihan teknologi ruang
angkasa lebih lanjut di bahas pada subbab eksploitasi teknologi ruang angkasa.
sumbernya?
ReplyDelete