Oleh : Ade Andrian
1. DAMPAK BAGI
INDONESIA
Dampak Perang Dingin Bagi Indonesia
Setelah
Perang Dunia II berakhir, muncul dua kekuatan besar di dunia yang saling
bersaing dan bertentangan. Dua kekuatan tersebut adalah Amerika Serikat yang
berpaham demokrasi-kapitalis dan Uni Soviet yang mengusung paham
sosialis-komunis. Kedua negara tersebut berlomba-lomba menanamkan pengaruhnya
di berbagai negara di dunia dengan berbagai cara mulai dari pemberian bantuan
ekonomi hingga bantuan persenjataan. Persaingan kedua negara besar ini
menimbulkan keprihatinan masyarakat internasional akan terjadi Perang Dunia
III. Selama perebutan pengaruh itu, kedua negara tersebut tidak pernah bertemu
dan berhadapan secara langsung, tapi hanya berada di belakang dengan memberikan
dukungan kepada masing-masing negara yang bersengketa seperti yang terjadi pada
Perang Korea, Perang Vietnam. Oleh karena itu disebut Perang Dingin. Perang
Dingin berdampak pada peta perpolitikan dunia pada saat itu. Negara-negara di
dunia terbagi-bagi setidaknya menjadi tiga kelompok yaitu negara-negara Blok
Barat yang menganut paham demokrasi-kapitalis, negara-negara Blok Timur yang
berpaham sosialis-komunis, serta negara-negara yang tidak memihak salah satu
blok pun yang sering disebut negara-negara non-blok. Negara-negara yang
biasanya menjadi incaran perebutan pengaruh kedua negara tersebut adalah
negara-negara di Asia dan Afrika, termasuk Indonesia.
Arah Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Masa Perang Dingin
Pada
tahun 1960 ketika Indonesia menerapkan sistem demokrasi terpimpin pemerintah
mengarahkan pandangan politiknya ke negara-negara Blok Timur yang berhaluan
komunis. Hal ini disebabkan pengaruh kekuatan PKI yang saat itu mendominasi
politik Indonesia. Selain itu juga disebabkan negara-negara Barat terkesan
enggan memberikan bantuan ekonomi dan persenjataan dalam rangka perbaikan ekonomi
dan perjuangan membebaskan Irian Barat. Puncak kedekatan Indonesia dengan Blok
Timur adalah pendirian Poros Jakarta-Hanoi-Pyong Yang-Phnom Penh, menjadikan
Indonesia dicap negara berhaluan komunis oleh masyarakat Internasional.
Kebijakan luar negeri pada waktu itu cenderung pada konfrontasi negara-negara
Barat yang dianggap sebagai simbol kolonialisme dan imperialisme. Peristiwa
pemberontakan G30S / PKI yang diduga didalangi PKI tahun 1965 menjadi titik
balik perubahan arah politik Indonesia. Peristiwa G30S / PKI ini diikuti oleh
pergeseran kekuasaan Orde Lama ke Orde Baru, dari Soekarno ke Soeharto.
Perubahan kekuasaan ini juga merubah
halauan kebijakan luar negeri Indonesia. Komunis dinyatakan sebagai ajaran
terlarang di Indonesia sehingga semua hubungan dengan negara-negara komunis
diputuskan.
Peran Lembaga Keuangan Internasional dalam Kebijakan Ekonomi
Indonesia di Masa Orde Baru.
Dibawah
pemerintahan Orde Baru, setahap demi setahap bisa keluar dari keterpurukan
ekonomi melalui bantuan dana negara-negara Barat. Bantuan yang didapat
digunakan untuk memperbaiki ekonomi dan melakukan pembangunan dalam bentuk
Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Negara-negara pemberi bantuan dana
itu tergabung dalam sebuah konsorium yang dinamakan IGGI (Inter-Goverment Group
on Indonesia) yang beranggotakan Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia
Baru, Jepang, Inggris, dan sejumlah negara Eropa Barat. Selain negara-negara
tersebut, Indonesia juga mendapatkan pinjaman dana dari Bank Internasional
untuk Rekontruksi dan Pembangunan (IBRD / International Bank for Recontruction
and Development) atau Bank Dunia (World Bank). Bank dunia merupakan lembaga
keuangan yang mengurusi masalah-masalah yang bersifat struktural. Bank Dunia
memberikan bantuan dana kepada negara-negara yang membutuhkan melalui program
penyesuaian struktural (SAP / Structural Adjustment Program). Bank dunia juga
berperan melakukan perombakan terhadap sektor yang dipandang penting seperti
sektor industri dan perdagangan serta menyempurnakan kebijakan-kebijakan yang
terkait sektor tersebut. Tujuannnya adalah untuk meliberalisas sektor-sektor
tersebut dengan menyingkirkan hambatan-hambatan yang merintangi produktivitas
perekonomian. Disisi lain, untuk membenahi sektor moneter yang mengalami
kekacauan pemerintah Indonesia meminta bantuan dari IMF (International
Monetary Fund). Pemerintah perlu meredam laju inflasi yang meningkat
tajam de tahun 1965. IMF mempunyai tugas melakukan intervensi (campur tangan)
untuk mendapatkan kembali keseimbangan neraca perdagangan. Keseimbangan neraca
perdagangan dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral dan menteri
keuangan. IMF memberikan saran-saran yang harus dilakukan pemerintah Indonesia
untuk menyehatkan perekonomiannya.
Perkembangan Modal Asing Setelah Tahun 1906
Perekonomian
Indonesia mulai membaik menuju ke arah stabil. Apalagi ketika perekonomian pada
tahun 1970-an terjadi “krisis minyak dunia” menguntungkan Indonesia karena
karena harga minyak dunia melambung tinggi. Hal ini memberikan keuntungan
devisa yang berlipat ganda bagi pemerintah Indonesia. Perekonomian Indonesia
mulai pulih dan beranjak stabil. Dengan cadangan devisa yang begitu besar,
pemerintah berusaha mengejar ketertinggalan Indonesia di bidang industri.
Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk membangun industri besar-besaran,
mengingat selama ini Indonesia hanya berfokus pada bidang pertanian, sedangkan
industri belum digarap sungguh-sungguh karena keterbatasan dana.
2. DAMPAK BAGI DUNIA
Bidang Ekonomi
Dalam
bidang ekonomi ternyata perang dingin juga membawa dampak positif pada
perekonomian dunia. Baik itu secara sengaja maupun tidak sengaja. Hal ini
ditandai dengan munculnya negara super power. Dengan adanya negara super power,
maka perekonomian dunia banyak dikuasai oleh para pemegang modal. Mereka saling
berlomba untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dengan cara
menginvestasikan modal mereka ke negara-negara berkembang yang upah buruhnya
masih relatif rendah. Sehingga keuntungan mereka juga melambung tinggi.
Namun siapa sangka bahwa hal diatas
juga berdampak baik bagi negara yang ditempati untuk membuka usaha para pemilik
modal. Pertumbuhan ekonomi di negara itu juga akan tumbuh pesat. Jadi keduanya
diuntungkan dalam usaha ekonomi ini. Pada saat itu negara pemilik modal yang
berlomba-lomba untuk menguasai dunia perekonomian, secara tidak langsung juga
membawa unsur politik didalamnya. Sehingga pemilik modal besar mendapatkan
keuntungan besar, sementara negara yang modalnya terbatas keuntungannya juga
kecil. Karena itu munculah istilah globalisasi ekonomi di masyarakat. Untuk
mengatasi hal tersebut maka dilakukanlah beberapa tindakan seperti misalnya
menyatukan mata uang. Contoh yang sangat terlihat adalah negara-negara di
kawasan eropa yang menyatukan mata uang mereka menjadi euro.
Bidang Militer
Karena
adanya rasa iri di antara negara- negara yang berseteru, masing-masing negara
mulai meningkatkan persenjataannya. Mereka melakukan hal ini agar tidak kalah
dengan negara besar. Dengan begitu persaingan senjata semakin maju dan
berkembang pesat. Itu semua memacu tiap negara untuk terus mengembangkan
pertahanan negaranya masing-masing.
Dengan
adanya senjata nuklir yang dikembangkan secara pesat oleh kedua negara, maka
masyarakat dunia mengalami ketakutan yang luar biasa akan adanya kemungkinan
perang nuklir yang sebenarnya oleh kedua negara yang bersengketa itu. Saat itu
memang sempat beredar kabar bahwa uni soviet sudah meletakkan nuklir-nuklirnya
di kuba dan diarahkan ke Amerika. Mendapat ancaman nuklir seperti itu Amerika
tidak tinggal diam. Amerika kemudian menandatangani terbentuknya NATO. Ini
adalah suatu organisasi pertahanan yang kira-kira menyetujui tentang perjanjian
bahwa apabila salah satu negaranya diserang maka dianggap sebagai serangan terhadap
NATO. Setelah mengetahui hal ini maka pemerintah Uni Soviet menarik kembali
rudal-rudal nuklirnya dari Kuba.
Bidang Sosial Budaya
Menyebarnya isu-isu HAM mulai
sedikit demi sedikit mengglobal. Secara langsung adanya undang-undang tentang
HAM mulai diakui, karena itu rakyat menyetujui peresmian HAM itu sendiri.
Dengan adanya HAM, rakyat semakin percaya akan adanya demokrasi dan tidak ada
lagi penindasan bagi kaum lemah.
Teknologi
Pada
masa perang dingin sains dan teknologi yang terpaut dengan kegiatan militer
mendapat sorotan yang lebih dari pemerintah. Pemerintah bersedia mengeluarkan
dana yang besar demi kemajuan iptek di negara mereka. Pada periode ini tumbuh
disiplin-disiplin ilmu yang mempelajari dampak sains pada masyarakat.
Di
negara-negara maju, teknologi di era modern bukan lagi urusan individu atau
komunitas berskala kecil. Teknologi modern mempunyai tujuan-tujuan nasional
pada wilayah ideologi, militer, ataupun ekonomi dan bentuk kesadaran nasional
untuk menggali sumber-sumber alam yang ada. Ini juga bertujuan untuk mewujudkan
produksi barang dengan skala yang besar.
Bidang Politik
Dampak
dalam bidang politik dapat kita lihat dari dibangunnya tembok berlin di Jerman
sebagai batas antara Jerman Barat dan Jerman Timur. Dalam perang dunia kedua negara
ini memang sudah terbagi menjadi 2, yaitu Jerman Barat yang beribukota di Bonn
dan Jerman Timur yang beribukota di Berlin. Negara ini mengalami perpecahan
karena adanya 2 paham yang berbeda berlaku di negara ini, yaitu liberal yang
dianut Jerman Barat dan Komunis yang dianut Jerman Timur.
Dalam
perjalanan pemerintahannya, Jerman barat mengalami perkembangan yang jauh lebih
pesat daripada Jerman timur. Oleh sebab itu, banyak orang Jerman timur yang
memutuskan untuk hijrah ke Jerman barat. Namun karena saat itu terjadi perang
dingin antara Amerika dan Uni Soviet, Uni soviet merasa tersinggung dengan
adanya orang-orang pindah ke Jerman Barat. Karena itu Uni soviet mendanai dan
mendukung untuk membangun sebuah tembok yang berada di kota berlin yang menyebabkan
terbelahnya kota itu. Selain itu di tembok ini, uni soviet juga menyiagakan
tentaranya agar menembaki orang-orang yang masih berani untuk menyeberang.
Kemudian tembok ini sangat dikenal orang sebagai simbol bagi perang dingin
Perang Dingin ini juga membawa
dampak yang negatif pula, selama Perang Dingin berlangsung masyarakat mengalami
ketakutan akan perang nuklir yang lebih dahsyat dari perang dunia kedua. Dampak
lainnya adalah terbaginya Jerman menjadi dua bagian yaitu Jerman Barat dan
Jerman Timur yang dipisahkan oleh Tembok Berlin
sumbernya tdk ada
ReplyDeleteSelamat Siang,
ReplyDeletesaya sudah membaca blog anda, sangat mudah di pahami dan saya sangat tertarik untuk bekerja sama dengan anda, kami dari Forexmart menawarkan kerja sama affiliasi yang sangat menguntungkan untuk anda, jika anda berminat dan tertarik dengan penawaran ini bisa menghubungi email saya di www.forexmart.com dan saya akan memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai penawaran kerjasama ini.
Terima Kasih dan salam sukses untuk anda